Bahan Ajar Dan LKM
By. Sekretaris Universitas
By. Sekretaris Universitas
UNIVERSITAS SAINTEK MUHAMMADIYAH
UNGGUL ♦ SINERGI ♦ MADANI
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Bahan Ajar
Definisi
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan berupa seperangkat materi yang disusun secara sistematis untuk membantu guru/instruktur/pengajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan memungkinkan mahasiswa untuk belajar
Bahan ajar adalah komponen penting dalam RPS yang harus disusun dan disediakan oleh dosen, berfungsi sebagai sumber belajar utama mahasiswa untuk mencapai capaian pembelajaran mata kuliah. (Permendikbud No 49 Tahun 2014)
"bahan ajar" adalah bagian dari materi pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai kompetensi lulusan -meliputi modul, blok tematik, program kompetensi mikro seperti kredensial mikro atau MOOC, serta format pembelajaran lainnya yang relevan dengan kurikulum dan kebutuhan vokasi (Permendikbudristek No 53 Tahun 2023)
KARAKTERISTIK BAHAN AJAR DI PERGURUAN TINGGI
(Permendikbudristek No 53 Tahun 2023)
Relevan dengan Capaian Pembelajaran
Materi/bahan ajar harus mendukung pencapaian CapaianPembelajaran Lulusan (CPL) yang ditetapkan program studi.
Ilmiah, Mutakhir, dan Sesuai Perkembangan IPTEKS
Disusun berdasarkan perkembangan ilmupengetahuan, teknologi, seni, dan budayamutakhir, serta hasil penelitian terbaru
Kontekstual dengan Bidang Studi dan Kebutuhan Dunia Kerja
Harus relevan dengan karakteristikkeilmuan program studi dan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, serta dunia industry.
Mendorong Pengembangan Keterampilan dan Penalaran
Untuk program vokasi, bahan ajar harus mengembangkan keterampilan terapan dan penalaran dalam dunia kerja nyata.
Fleksibel dan Beragam Bentuknya
Dapat berupa modul, buku ajar, blok tematik, hingga program kompetensimikro (microcredentials, MOOC, dll.) sesuai kebutuhan kurikulum.
Integratif dalam Kurikulum
Harus terintegrasi dalam kurikulum berbasis capaian pembelajaran, bukan materi terpisah yang berdiri sendiri.
BAHAN AJAR BERBASIS TIK
Bahan ajar berbasis TIK adalah bahan ajar yang berkaitan dengan teknologi sebagai alat bantu untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, modifikasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas.
Bahan ajar berbasis TIK adalah materi pembelajaran yang disusun dan dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital, komputer, atau jaringan internet, sehingga dapat diakses secara elektronik oleh mahasiswa.
Bahan ajar ini mendukung pembelajaran interaktif, fleksibel, dan mandiri melalui berbagai format multimedia (teks, audio, video, animasi, simulasi, aplikasi, atau platform e-learning).
(Munir (2012), Prastowo (2015), Arsyad (2019), Permendikbudristek No. ..53 Tahun 2023)
KARAKTERISTIK BAHAN AJAR BERBASIS TIK
(Munir (2012), Prastowo (2015), Arsyad (2019), Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023)
Interaktif → memungkinkan mahasiswa berinteraksi dengan konten (kuis, simulasi).
Fleksibel → bisa diakses kapan saja, di mana saja.
User friendly → mudah digunakan dan tidak rumit.
Multisensori → menggabungkan teks, gambar, audio, video untuk mendukung gaya belajar yang berbeda
Mendorong kemandirian belajar → mahasiswa dapat mengontrol ritme belajarnya sendiri.
TUJUAN PEMBUATAN BAHAN AJAR
(Depdiknas (2008), Prastowo (2015), Majid (2011), Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023)
Membantu mahasiswa mencapai capaian pembelajaran
Bahan ajar berfungsi sebagai pedoman belajar mahasiswa agar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum dapat tercapai.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran
Dengan bahan ajar yang terstruktur, dosen dan mahasiswa lebih mudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Mendorong kemandirian belajar mahasiswa
Bahan ajar dirancang agar mahasiswa mampu belajar mandiri tanpa selalu bergantung pada penjelasan dosen.
Menjadi pedoman dosen dalam mengajar
Bahan ajar membantu dosen menjaga konsistensi materi, urutan pembelajaran, serta kesesuaian dengan RPS.
Menyediakan sumber belajar yang terstandar dan sistematis
Bahan ajar menjamin keteraturan materi sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Mempermudah evaluasi pembelajaran
Bahan ajar memuat aktivitas, latihan, atau evaluasi yang memudahkan dosen mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa.
JENIS-JENIS BAHAN AJAR
Bahan cetak (printed): handout, buku, modul, lembar kerja siswa, (brosur, leaflet, foto/gambar, model/maket).
Bahan ajar dengar (audio): kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.
Bahan ajar pandang dengar (audio visual): video compact disk, film. TAX
Bahan ajar multimedia interaktif (interacitive teaching material): Computer Assisted Instruction (CAI), multimedia pembelajaran interaktif
Bahan Ajar Berbasis web (web based learning materials)
Posisi Bahan Ajar
Representasi sajian guru/dosen/instruktur
Sarana pencapaian kompetensi / capaian pembelajaran lulusan
Pengoptimalan pelayanan terhadap peserta didik / mahasiswa (mahasiswa yang cepat belajar, akan dapat mengoptimalkan kemampuannya dengan mempelajari bahan ajar. Mahasiswa yang lambat belajar, akan dapat mempelajari bahan ajarnya berulang-ulang)
FUNGSI BAHAN AJAR
Sebagai pedoman bagi dosen yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran
Sebagai pedoman bagi mahasiswa dalam aktivitas belajar sekaligus sabagai substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari
Sebagai alat evaluasi pencapaian hasil pembelajaran
PRINSIP PENYUSUNAN BAHAN AJAR
Prinsip relevansi
Prinsip relevansi atau keterkaitan atau berhubungan erat à materi pembelajaran hendaknya relevan dengan CPMK
Prinsip konsistensi
ketaat-azasan dalam penyusuna n bahan ajar. Misalnya CPL meminta kemampuan mahasiswa untuk menguasai 3 macam konsep, materi yang disajikan 3 Macam
Prinsip kecukupan
Prinsip kecukupan, artinya materi yang disajikan hendaknya cukup memadai untuk mencapai kompetensi dasar.
PRINSIP PEMBELAJARAN DALAM BAHAN AJAR
Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak,
Pengulangan akan memperkuat pemahaman. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman mahasiswa
Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar
Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu
Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong siswa untuk terus mencapai tujuan
SISTEMATIKA BAHAN AJAR
PENDAHULUAN
Deskripsi singkat, manfaat dan relevan
Rumusan capaian pembelajaran mata kuliah
Urutan bahasan dan kaitan materi
Petunjuk belajar
PENYAJIAN
Uraian materi pelajaran, contoh, ilustrasi, aktivitas belajar, Tugas/Latihan, Tes formatif, Rangkuman
PENUTUP
Daftar Pustaka, Indeks, Glossarium, Kunci Jawaban
Peran Bahan Ajar
Perbedaan Bahan Ajar dengan bukan bahan ajar
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Lembar Kerja Mahasiswa
Definisi
(Prastowo (2015), Trianto (2010), Widjajanti (2008), Depdiknas (2008)
Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) adalah bahan ajar berbentuk lembaran tugas berisi petunjuk, langkah, dan aktivitas belajar yang dirancang dosen agar mahasiswa dapat menguasai konsep melalui kegiatan mandiri maupun kelompok, selain itu juga LKM bertujuan untuk membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam melakukan kegiatan belajar secara aktif, mandiri, maupun kolaboratif.
LKM biasanya berisi tugas- tugas, pertanyaan, atau aktivitas pembelajaran yang harus dikerjakan mahasiswa untuk memperdalam pemahaman terhadap suatu materi atau konsep tertentu.
Manfaat Lembar Kerja Mahasiswa
Pendidik mendapat kesempatan untuk memancing mahasiswa agar secara aktif terlibat di dalam materi yang dibahas.
Mahasiswa lebih mudah memahami materi yang dipelajari berdasarkan panduan yang ada dalam LKM.
Hakikat Lembar Kerja Mahasiswa
LKM merupakan terjemahan dari students worksheet (merupakan suatu lembaran bukan buku-buku) yang berisi pedoman bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan secara terprogram.
Ahmadi menyatakan bahwa penggunaan LKM dalam kegiatan belajar-mengajar bertujuan untuk:
mengaktifkan mahasiswa dalam belajar;
membantu mahasiswa mengembangkan dan menemukan konsep berdasarkan pendeskripsian hasil pengamatan dan data yang diperoleh dalam eksperimen;
melatih mahasiswa menemukan konsep melalui pendekatan keterampilan proses;
membantu dosen merencanakan kegiatan pembelajaran yang tepat berdasarkan karakteristik mahasiswa; dan
membantu dosen menyiapkan secara tepat dan cepat kegiatan pembelajaran, sehingga LKM yang telah dibuat dapat digunakan pada tahun ajaran berikutnya
Depdikbud (1995:21)
LKM MEMILIKI BEBERAPA KEUNGGULAN
mengaktifkan mahasiswa dalam proses belajar mengajar
melatih mahasiswa untuk menemukan dan mengembangkan proses belajar mengajar
sebagai pedoman dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan proses
membantu mahasiswa memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan belajar
membantu mahasiswa untuk menambah informasi tentang konsep yang dipelajari melalui kegiatan belajar secara sistematis.
Langkah-langkah membuat LKM
LKM dapat menjadi bahan ajar yang sangat bermanfaat dan tepat digunakan untuk materi pelajaran tertentu bahkan juga dapat digunakan untuk hampir pada semua materi pembelajaran. Berikut ini langkah-langkah membuat LKM
Analisis Kurikulum
Analisis Kurikulum sangat penting dalam perencanaan pembuatan lembar kegiatan siswa. Dosen harus mampu memilih materi-materi yang akan dan tepat menggunakan bahan ajar LKM. Hal-hal yang menyangkut kurikulum termasuk RPS harus diperhatikan terutama pada CPMK yang harus dicapai mahasiswa
Menyusun Peta Kebutuhan
Langkah dalam penyusunan peta kebutuhan LKM ini menentukan kuantitas atau banyaknya LKM yang diperlukan. Pada tahap ini juga ditentukan urut-urutan LKM agar dapat digunakan dengan baik runtut dan tidak menimbulkan kebingungan. Analisis kurikulum pada langkah sebelumnya sangat berperan disini, jika analisis kurikulum sudah dilakukan maka penyusunan peta kebutuhan LKM dapat lebih mudah dilakukan. Termasuk juga didalam penyusunan peta kebutuhan lembar kerja siswa adalah analisis sumber belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran.
Menentukan Judul
Menentukan Judul LKM Judul LKM biasanya ditentukan dan disesuaikan dengan tiap kompetensi yang akan dicapai. Jika terlalu besar maka dapat disesuaikan dengan tiap-tiap materi pokok yang diajarkan. Dalam penentuan judul LKM ini juga harus menentukan komponen penunjang LKM lainnya.
Menulis LKM, dsalam menulis LKM terdiri dari 4 langkah utama, yaitu:
Merumuskan CPMK
Menentukan Penilaian
Menyusun Materi
Menyusun Struktur LKM