Jabatan Fungsional
By. Sekretaris Universitas
By. Sekretaris Universitas
UNIVERSITAS SAINTEK MUHAMMADIYAH
UNGGUL ♦ SINERGI ♦ MADANI
Implementasi teori-teori belajar dalam penyelenggaraan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa
(student center learning)
SCL
Alasan PentingnyaMemahami Teori Pembelajaran
Profesionalisme Meningkat
Dapat meningkatkan keprofesionalan guru/Desen dalani melaksanakan pembelajaran
Cara Menyampaikan
Bukan hanya mengetahui tingkat kedalaman konsep yang harus diberikan kepada mahasiswa, tetapi juga cara penyampaiannya harus diketahui
Relevansi Metode
Menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan teor teori yang dikemukakan oleh ahli pendidikan/psikologi
Mengetahui Kemampuan Sawa
Dengan menguasai psikologi pembelajaran, guru/Dosen bisa mengetahui kemampuan yang telah dimiliki siswa dan bagaimana proses berpikimya
Menciptakan kondisi pembelajaran yang sesuai tujuan
Mengetahui tentang bagaimana menciptakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kondisi siswa dan tujuan pembelajarannya
PENGERTIAN TEORI BELAJAR-MENGAJAR
Pengertian
Teori belajar adalah seori yang mempelajari perkembangan intelektual (mental) siswa. Terdiri dari uraian tentang apa yang terjadi dan diharapkan terjadi pada intelektual siswa, dan uraian tentang kegiatan intelektual siswa mengenai hal-hal yang bisa dipikirkan pada usia tertentu.
Teori Belajar Mengajar
Teori mengajar berisi tentang petunjuk bagaimana mestinya mengajar siswa pada usia tertentu, bila ia siap belajar. Jadi pada teori mengajar terdapat prosedur dan tujuan mengajar
BELAJAR
Pembentukan makna dari:
INTERAKSI DENGAN SUMBER BELAJAR
- Melalui Tangan
- Melalui Mata
- Melalui Telinga
- Melalui Hidung
- Melalui Mulut
- Melalui Kulit
DIPROSES OLEH
- PIKIRAN DAN
- PERASAAN
DIPEROLEH
- PEMAHAMAN
- KESADARAN
- KETERAMPILAN
TERWUJUD DALAM BENTUK
- PERKATAAN,
- PERBUATAN,
- SIKAP (Terbentuk karena nalarnya)
1-3 merupakan cognitive processing
PERUBAHAN CARA PANDANG TERHADAP PEMBELAJARAN
Student-Centered learning (SCL) adalah sebuah pendekatan atau paradigma pembelajaranyang meletakan mahasiswa
PADA PUSAT PROSES PEMBELAJARAN (THE CENTER OF THE LEARNING PROCESS).
Menitik beratkan pada pembelajaran aktif
Penekanan pada pembelajaran dan pemahaman yang mendalam
Peningkatan tanggung jawab dan akuntabilitas mahasiswa
Peningkatan rasa mandiri/otonomi pada mahasiswa
Terjadi interdependensi antara dosen dan mahasiswa
Saling menghormati dalam hubungan dosen dan mahasiswa
Pendekatan refleksif terhadap proses belajar mengajar oleh dosen dan mahasiswa
LIMA PRINSIP SCL (WEIMER, 2002)
1. Aktif dan Kolaboratif
Pembelajaran aktif dan kolaboratif melibatkan teman sejawat, serta kekuatan/kekuasaan pembelajaran berada pada mahasiswa,
Fasilitator dan Kontributor
Dosen sebagai fasilitator dan contributor
Kritis
menumbuhkan pemikiran kritis sebagai alat untuk mengembangkan pengetahuan
Responsiility
memberikan tanggung jawab penbelajaran kepada mahasiswa untuk menemukan kekuatan dan kelemahannya, serta mengarahkan kontruksi pengetahuannya
Assesmen
Assessment yang memotivasi pembelajaran
SCL BERKEMBANG BERDASARKAN PADA TEORI PEMBELAJARAN CONSTRUCTIVISM YANG MENEKANKAN BAHWA PEMBELAJAR WAJIB MENGKONTRUKSIKAN PENGETAHUANNYA AGAR DAPAT BELAJAR SECARA EFEKTIF (ATTARD ET AL., 2010).
Pembelajaran adalah proses yang aktif dan konstruktif
Mahasiswa belajar dengan cara melakukannya
Mahasiswa membentuk atau mengkontruksi apa yang mereka pelajari berdasarkan pengetahuan sebelumnya
Informasi yang baru adalah berkaitan dengan pengetahuan sebelumnya
Pembelajar menggunakan pengalaman lampaunya dan faktor budaya untuk mengembangkan pembelajarannya (Coutney, 2010)
PERGESERAN DARI TEACHER CENTERED KE STUDENT CENTERED LEARNING
KARAKTERISTIK PROSES PEMBELAJARAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 10 AYAT (2) PERMENDIKBUD NO. 53 TAHUN 2023
KARAKTERISTIK PROSES PEMBELAJARAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 10 AYAT (2) PERMENDIKBUD NO. 53 TAHUN 2023
KARAKTERISTIK PROSES PEMBELAJARAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PASAL 10 AYAT (2) PERMENDIKBUD NO. 53 TAHUN 2023
Tugas dosen dalam pendekatan scl
Memfasilitasi
Buku, modul ajar, LKM, hand-out, journal, hasil penelitian, dan waktu
Memotivasi
Dengan memberi perhatian pada mahasiswa,
Memberi materi yang relevan dengan tingkat kemampuan mahasiswa dan dengan situasi yang kontektual memberi semangat dan kepercayaan pada mahasiswa bahwa ia dapat mencapai kompetensi yang diharapkan
Memberi kepuasan pada mahasiswa terhadap pembelajaran yang kita jalankan
Memberi tutorial
Menunjukkan jalan / cara/metode yang dapat membantu mahasiswa menelusuri dan menemukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran
Memberi umpan balik
Memonitor dan mengkoreksi jalan pikiran/hasil kinerjanya agar mencapai sasaran yang optimum sesuai kemampuannya
BEBERAPA CONTOH METODE SCL
Small Group Discussion (SGD)
adalah metode pembelajaran dimana mahasiswa belajar berbagi ide dan pendapat dalam kelompok kecil antara 4-6 orang, mahasiswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman belajar yang sama.
Role-play & Simulation Learning (RPL)
adalah metode belajar dengan bermain peran sebagai penyampaian materi pembelajaran dengan menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam kelas. yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi bagi mahasiswa untuk memberi penilaian terhadap hasil belajarnya
Discovery Learning (DL)
adalah metode belajar dimana mahasiswa tidak mempelajari sesuatu yg tersaji secara final, namun mahasiwa mengorganisir materi belajarnya sendiri, menemukan konsep dan prinsip melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan lainnya Perbedaan nya dengan Inquiry adalah, jika pada discovery masalah dipersiapkan dan direkayasa oleh dosen, sedangkan pada Inqury masalah bukan dari hasil rekayasa-masalah apa adanya. (sumber: Bruner, Lefancolst
Self-Directed Learning(SDL)
adalah belajar atas inisiatif dan kebutuhan nya sendiri dengan objek belajar, perencanaan dan metode belajar yang dipilih sendiri, dengan tujuan untuk peningkatan pengetahuan, keahlian, prestasi, dan pengembangkan diri sendiri. Mahasiswa menyadari kebutuhan belajar, tujuan belajar, membuat strategi belajar, menilai hasil belajar, serta memiliki tanggung jawab sendiri menjadi agen perubahan dalam belajar (sumber: Jennings, 1975; Guglielmino, 1977; Gibbons, 2002
Cooperative Learning (CoL)
adalah metode pembelajaran dimana mahasiswa belajar dalam interkasi sosial dan saling ketergantungan positif dalam kelompok kecil antara 4-6 orang dalam struktur kelompok yang heterogen, mahasiswa memperoleh kemampuan yang sama. (Sumber: Slavin, Johnson & Johnson, 2006)
Collaborative Learning (CBL)
adalah metode pembelajaran dimana mahasiswa belajar berbagi ide dan pendapat dalam kelompok kecil antara 4-6 orang, mahasiswa memperoleh pengetahuan dan pengalaman belajar yang sama
Contextual Learning (CtL)
adalah metode pembelajaran yang berupaya mengaitkan konsep-konsep atau teori teori dengan dunia nyata, pembelajaran yang merangsang otak untuk menyusun pola-pola yang mewujudkan makna (Bruffee, 1984; Elaine B. Johnson, 2002)
Project-Based Learning (PjBL)
adalah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Pembelajaran Berbasis Proyet merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata
Case Based Learning (CBL)
adalah pendekatan pembelajaran berbasis kasus melibatkan mahasiswa dalam diskusi skenario tertentu yang menyerupai dunia nyata. Metode ini berpusat pada mahasiswa dengan interaksi yang intens di antara peserta saat mereka mengkontruksikan pengetahuan dan bekerja sama dalam kelompok untuk meneliti kasus tersebut. Peran instruktur adalah sebagai fasilitator sementara siswa secara kolaboratif menganalisis dan mengatasi masalah
PERAN DOSEN & MAHASISWA DAN HASIL PEMBELAJARAN YANG DIHARAPKAN DALAM PENGGUNAAN METODE SCL
1. Small Group Discussion (SGD)
A. Aktivitas Belajar MHS
- Membentuk kelompok (3-5) mahasiswa,
- Memilih bahan diskusi, Mempresentasikan paper dan mendiskusikan di kelas
- Berdiskusi, Memberi & menerima umpan balik
- Berpendapat disertai fakta dan argumentasi yang baik, Mengemukakan ide-ide,
- Menyimpulkan poin-poin penting dlm diskusi Menelaah latihan, quis, tugas, menulis
- Membandingkan teori, konsep, isu dan interpretasi, Menyelesaikan masalah
B. Kemampuan yang Diperoleh MHS
- Kerjasama,
- Komunikasi,
- Skill Presentasi,
- Mengemukakan pendapat
- Leadership,
- Kemampuan analisis,
- Saling menghargai,
- Berfikir kritis,
- Percaya diri
- Inisiatif,
- Tanggung jawab,
- Mengambil keputusan,
- Pemahaman materi lebih cepat
C. Aktivitas Dosen
- Membuat rancangan bahan diskusi dan aturan diskusi
- Menjadi moderator dan sekaligus mengulas pada setiap akhir sesi diskusi mahasiswa,
- Memberikan umpan balik bagi mahasiswa, melakukan evaluasi
2. Role-Play & Simulation Learning (RPL)
A. Aktivitas Belajar MHS
1. Mempelajari dan menjalankan suatu peran yang ditugaskan.
2. Mempraktekan/mencoba berbagai model yang telah disiapkan pantum, komputer, prototipe, games, dIU,
3. Mempraktekan kemampuan generik (misal komunikasi verbal & non-verbal),
4. Mempraktekan kemampuan khusus (praktikim, dll),
5. Mempraktekan kemampuan dalam tim,
6. Mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah (problem-solving),
7. Mengembangkan kemampuan sintesis,
8. Mengembangkan kemampuan empati.
B. Kemampuan yang Diperoleh MHS
1. Pengalaman & Trampil,
2. Imaginative,
3. Kreative,
4. Empaty,
5. Apreasitif & Peka thd situasi,
6. Percaya diri,
7. Jujur,
8. Leadership,
9. Ketepatan analisis,
10. Menirukan peran,
11. Mandiri,
12. Tanggung jawab
C. Aktivitas Dosen
1. Merancang situasi /kegiatan yang mirip sesungguhnya, bisa berupa; bermain peran, model, komputer,dll.
2. Mendemontrasikan suatu peran atau pekerjaan tertentu,
3. Membahas kinerja mahasiswa,
4. Melakukan evaluasi terhadap kinerja belajar mahasiswa
3. Discovery Learning (DL)
A. Aktivitas Belajar MHS
1. Mencari, mengumpulkan, dan menyusun informasi yang ada untuk mendeskripsikan suatu pengetahuan yang sedang dipelajari,
2. Mendiskusikan dalam kelompoknya,
3. Membuat kesimpulan- kesimpulan penting dengan sintesis dan analisis,
4. Membuat tulisan dan slide untuk dipresentasikan,
5. Mempresentasikan secara verbal & non-verbal,
6. Membuat resume dari hasil presentasi dan diskusi,
B. Kemampuan yang Diperoleh MHS
1. Kemampuan penelusuran & identifikasi masalah,
2. Kreatif,
3. Inovatif,
4. Inisiatif,
5. Kemandirian,
6. Kemampuan sintesis &
7. analisis,
8. Berani & Ulet,
9. Berfikir kritis,
10. Pengamatan,
11. Problem solving,
C. Aktivitas Dosen
1. Menyediakan data/ metode untuk menelusuri pengetahuan yang akan dipelajari mahasiswa,
2. Memberikan
3. bimbingan,
4. Memeriksa dan
5. memberi ulasan terhadap hasil belajar mahasiswa,
6. Melakukan evaluasi terhadap hasil belajar.
5. Cooperative Learning (COL)
A. Aktivitas Belajar MHS
1. Kelompok Terdiridari 3-7 Mhs. darikemampuan yang beragam,
2. Melakukan koordinasi dlm kelompok,
3. Membahas & menyimpulkan masalah/tugas yang diberikan dosensecara berkelompok.
4. Menjalankan tugas pembelajaran yang telah diberikan oleh dosen,
5. Mempresentasikan hasil belajar di kelas atau dihadapan dosen.
B. Kemampuan yang Diperoleh MHS
1. Kemampuan kerjasama dalam tim,
2. Rasa tanggung jawab dalam tim,
3. Komunikasi,
4. Leadership,
5. Kebersamaan,
6. Toleransi,
7. Saling menghargai,
8. Penyelesaian masalah bersama,
9. Ketrampilan sosial.
C. Aktivitas Dosen
1. Merancang dan memonitor proses
2. belajar mahasiswa.
3. Menyiapkan kasus/ masalah untuk
4. diselesaikan mahasiswa secara berkelompok.
5. Menentukan tujuan akhirpembelajaran,
6. Memberikan arahan dan bimbingan,
7. Melakukan evaluasi terhadap kinerja masing-masing Mhs dalam tim.
6. Collaborative Learning (CbL)
A. Aktivitas Belajar MHS
1. Kelompok Terdiri dari 3-7 Mhs. darikemampuan yang beragam,
2. Membagi peran dalam mengorganisasi pekerjaan tertentu,
3. Melakukan koordinasi dlm kelompok,
4. Membuat rancangan kerja kelompok, penjadwalan, prosedur kerja dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoksendiri.
5. Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakantugas.
6. Mempresentasikan hasil belajar di kelas.
B. Kemampuan yang Diperoleh MHS
1. Apresiasi & Penghargaan terhadap pendapat yg berbeda,
2. Share vision,
3. Group decision making,
4. Time management,
5. Percaya diri,
6. Kerelaan Berbagi pengalaman/pengetahuan,
7. Kemampuan komunikasi.
8. Disiplin & bertanggung jawab.
9. Menyamakan persepsi
10. Kemampuan berfikir kritis.
11. Open mindedness
12. Kemampuan bernegoisasi.
13. strategy plan, Teamwork, Kreatif & Inovatif, Inisiatif
C. Aktivitas Dosen
1. Merancang tugas yang bersifat open ended.
2. Sebagai fasilitator, motivator dan
3. fasilitator,
4. Melakukan evaluasi terhadap kinerja masing-masing Mhs. dalam tim
7. Contextual Learning (CtL)
A. Aktivitas Belajar MHS
1. Mhs. belajar dalam kelompok kecil atau secara individual,
2. Melakukan studi lapangan / terjun di dunia nyata untuk mempelajari kesesuaian teori dan kenyataan.
3. Membahas konsep/teori yang
4. berkaitan dengan situasi nyata.
5. Memcari korelasi antara tiori dan kenyatan,
6. Membuat kesimpulan-kesimpulan tentang kesesuaian antara tiori dan kenyataan,
7. Membuat tulisan dan mempresentasikan dikelas atau dihadapan dosen.
B. Kemampuan yang Diperoleh MHS
1. Adaptif terhadap dunia nyata,
2. Kepekaan pada kebutuhan lingkungan,
3. berfikir kritis & aktual,
4. Memperoleh pengalaman,
5. Kemampuan aplikasi,
6. Sintesis,
7. responsif,
8. Apresiasi,
9. ber-empaty,
10. Kemampuan analisis,
11. Komunikasi.
C. Aktivitas Dosen
1. Menyusun tugas untuk studi mahasiswa terjun di lapangan.
2. Menjalaskan bahan kajian yang bersifat teori & mengkaitkannya dg situasi nyata atau kerja profesional.
3. Menghargai setiap pengalaman/pengetah uan yang dimiliki Mhs.,
4. Mengevaluasi hasil belajar Mhs.
8. Project Based Learning (PJBL)
A. Aktivitas Belajar MHS
1. Belajar dalam kelompok kecil (3-5) atau belajar secara individual,
2. Mengerjakan tugas (berupa proyek) yang telah dirancang secara sistimatis.
3. Belajar pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pencarian dan penggalian (inquiry),
4. Menunjukan kinerja dan mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di forum.
5. Membuat proposal projek yang akan dikerjakan, serta mempresentasikannya di kelas.
B. Kemampuan yang Diperoleh MHS
1. Bertanggung jawab,
2. Terlatih membuat rancangan projek,
3. Bekerja secara sistematik
4. menghasilkan projek yang
5. efisien,
6. Percaya diri,
7. Taat pada assas,
8. Kreatif & Inovatif,
9. Kemampuan berkomunikasi,
10. Aktualisasi,
11. Kemampuan menjelaskan,
12. Perencanaan & Pengelolaan,
13. Kemampuan untuk memprediksi,
14. Kemampuan menjalankan metoda,
15. Ketepatan.
C. Aktivitas Dosen
1. Merumuskan tugas dan melakukan proses pembimbingan,
2. Sebagai fasilitator, motivator dan fasilitator,
3. Melakukan evaluasi terhadap kinerja Mhs.
9. Problem Based Learning & Inquiry (PBL)
A. Aktivitas Belajar MHS
1. Belajar dalam kelompok kecil (3-5) atau belajar secara individual,
2. Menerima masalah sesuai dengankompetensi tujuan pembelajaran,
3. Belajar dengan menggali / mencari informasi(inquiry),
4. serta memanfaatkan informasi tsb untuk memecahkan masalah faktual yang sedang dihadapi.
5. Menganalisis strategi pemecahan masalah.
6. Berdiskusi dalam kelompok,
7. Mempresentasikan di kelas.
B. Kemampuan yang Diperoleh MHS
1. Terlatih menyelesaikan masalah (problem-solving),
2. Kemampuan mencari
3. informasi baru (inquiry),
4. Kepekaan melihat masalah,
5. Ketajaman analisis & identifikasi varibel masalah,
6. Kemampuan interpretasi,
7. Mengambil keputusan,
8. Berfikir kritis,
9. Prioritas & Selektif,
10. Tanggung jawab,
11. Kreatif,
12. Menggunakan metoda,
13. Kemampuan life long learning,
14. Kemandirian.
C. Aktivitas Dosen
1. Merancang tugas belajar dengan berbagai alternatif metode penyelesaian masalah.
2. Memberikan arahan dan bimbingan dalamproses belajar,
3. Sebagai fasilitator, motivatordan fasilitator,
4. Melakukan evaluasi terhadap kinerja Mhs.
IKU 7: KELAS YANG KOLABORATIF DAN PARTISIPATIF
CASE METHOD
Apakah Pembelajaran Case Method?
Pembeajaran aktif yang berfokus pada suatu kasus yang melibatkan mahasiswa belajar dengan melakukan. Kasus dapat berupa cerita nyata atau rekaan yang mengandung "pesan pendidikan atau menceritakan kembali peristiwa, masalah, dilema, masalah teoritis atau konseptual yang memerlukan analisis dan/atau pengambilan keputusan.
Case based Method (CBL, Pembelajaran Berbasis Kasus) mensimulasikan situasi dunia nyata dan mendorong mahasiswa untuk secara aktif memecahkan masalah kompleks Metode pembelajaran ini digunakan lintas disiplin untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam bidang hukum, bisnis, kedokteran, dan bidang bidang lainnya
Contoh lain Case Based Method dan Team based Project
Case Based Method
Mata Kuliah Mikrobiologi
Sub CPMK: Mahasiswa mampu menganalisis kurva pertumbuhan bakteri
Tugas: #sebelumnya ditampilkan kurva pertumbuhan Bakteri
Pada suatu industri fermentasi akan dihasilkan metabolit sekunder dari suatu bakteri yang berupa toxin, dimana toxin tersebut akan keluar pada saat stres lingkungan terjadi. Fase apakah yang harus diperpanjang pada kurva pertumbuhan bakteri, agar industri tersebut mendapatkan keuntungan yang besar dan bagaimana caranya supaya fase tersebut berlangsung lama?
Team Based Project/PjBL
Tugas: Buatlah dua macam minuman fermentasi dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Minuman A
rasanya asam
teksturnya lembut
Jenis fermentasi asam laktat
Sebagi minuman probiotik
2. Minuman B
rasanya asam
Teksturnya cairan encer
Jenis fermentasi asam laktat
Sebagi minuman probiotik
Langkah kerja seperti apa yang akan anda lakukan? Apa perbedaan treatment dari keduanya sehingga diperoleh tekstur yang berbeda? Kira-kira jenis bakteri apa yang digunakan?